Bank Indonesia

Waspada Daging Sapi Tiren, Pemkab Bengkulu Selatan Sisir Pasar Tradisional

Waspada Daging Sapi Tiren, Pemkab Bengkulu Selatan Sisir Pasar Tradisional

Kepala Dinas Pertanian Bengkulu Selatan, Binagransya--(Sumber Foto: Ary/BETV)

BENGKULU SELATAN, BETVNEWS – Gelombang kematian ternak yang melanda wilayah BENGKULU SELATAN mulai memicu efek domino di tengah masyarakat. Selain kerugian peternak, kini muncul rumor panas mengenai oknum pedagang nakal yang diduga menjajakan daging dari bangkai sapi (tiren) ke pasar-pasar tradisional.

Isu ini seketika memicu kepanikan konsumen. Kekhawatiran warga memuncak pada dugaan adanya sapi yang mati akibat wabah penyakit tetap disembelih dan dagingnya diedarkan untuk mengejar keuntungan di tengah situasi krisis.

Menyikapi kegaduhan tersebut, Kepala Dinas Pertanian Bengkulu Selatan, Binagransya, menegaskan bahwa pihaknya telah mengantongi laporan terkait keresahan publik ini dan menjadikannya prioritas penanganan.

"Kami tidak tinggal diam. Isu peredaran daging dari ternak yang mati tidak wajar ini sedang kami dalami karena menyangkut kesehatan masyarakat luas," tegas Binagransya, Selasa (21/4).

BACA JUGA:Dekati Target Nasional, Capaian Perekaman KTP-el di Kota Bengkulu Tembus 99,1 Persen

BACA JUGA:Taati Aturan, Manajemen New Khatulistiwa Bongkar Mandiri Bangunan yang Langgar GSB

Guna membentengi konsumen, pemerintah mengimbau warga untuk lebih jeli dalam membedakan kualitas daging. Binagransya memaparkan, secara visual daging sapi yang sudah menjadi bangkai sebelum dipotong memiliki karakteristik yang sangat mencolok.

Warna cenderung gelap dan tidak merah segar, tekstur terasa lembek dan kehilangan elastisitasnya. Kemudian mengeluarkan cairan berlebih atau aroma yang menyimpang.

BACA JUGA:Sektor Pajak Kendaraan Digenjot, Pemutihan Pajak Ditargetkan Sumbang Rp100 Miliar ke PAD

BACA JUGA:Hadirkan Khitan Massal Gratis, Walikota Apresiasi Inovasi 'Ayo Puber' Puskesmas Telaga Dewa

"Masyarakat harus waspada jika ada penawaran harga yang tidak masuk akal atau jauh di bawah harga pasar. Itu indikasi awal yang harus dicurigai," imbuhnya.

Secara terpisah, Kabid Peternakan dan Kesehatan Hewan, Ikat Aliman Maulana, memastikan timnya kini lebih rutin melakukan inspeksi mendadak ke titik-titik pemotongan dan penjual daging. Meski potensi pelanggaran tersembunyi tetap ada, pihaknya mengklaim hingga saat ini belum menemukan bukti otentik di lapangan.

"Kami memperketat filter di pasar. Memang ada kemungkinan oknum bermain secara sembunyi-sembunyi, namun sejauh ini hasil pemantauan kami masih nihil temuan daging bangkai," jelas Ikat.

Pihak dinas juga membuka hotline pengaduan dan meminta partisipasi aktif warga. Jika ditemukan daging dengan ciri-ciri mencurigakan, tim medis veteriner akan langsung diterjunkan untuk melakukan uji sampel.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait