Bank Indonesia

Ketika Realita Tak Sesuai Ekspektasi: Program Retret Merah Putih dan Mitigasi Langit Membentuk Gen Z

Ketika Realita Tak Sesuai Ekspektasi: Program Retret Merah Putih dan Mitigasi Langit Membentuk Gen Z

Ketika Realita Tak Sesuai Ekspektasi: Program Retret Merah Putih dan Mitigasi Langit Membentuk Gen Z--(Sumber Foto: Rizki/BETV)

BENGKULU, BETVNEWS - Di era digital saat ini, generasi Z tumbuh dengan berbagai ekspektasi tinggi terhadap dunia kerja. Fleksibilitas, gaji kompetitif, lingkungan kerja yang sehat, hingga work-life balance menjadi standar yang diharapkan. Namun, realita di lapangan terutama di daerah seperti Bengkulu sering kali belum mampu sepenuhnya memenuhi harapan tersebut.

Secara nasional, tingkat pengangguran usia muda masih menjadi tantangan, dan banyak lulusan baru menghadapi kesenjangan antara pendidikan dan kebutuhan dunia kerja. Di daerah, kondisi ini diperkuat oleh keterbatasan lapangan kerja formal, sehingga tidak sedikit Gen Z harus beradaptasi dengan pekerjaan yang tidak selalu sesuai dengan bidang atau ekspektasi mereka.

Dampaknya tidak hanya ekonomi, tetapi juga psikologis. Fenomena seperti kegagalan dini, kehilangan arah, hingga krisis makna hidup mulai banyak dirasakan oleh generasi muda.

Di tengah kondisi tersebut, muncul pendekatan yang tidak hanya berfokus pada keterampilan teknis, tetapi juga pada penguatan mental, karakter, dan spiritual. Salah satunya adalah program Retret Merah Putih dan Mitigasi Langit yang diinisiasi oleh Gubernur Bengkulu, Helmi Hasan.

BACA JUGA:Dikbud Bengkulu Selatan Jadikan Bahasa Serawai dan Aksara Kaganga Mapel Wajib

BACA JUGA:Kodim Seluma Hadirkan Layanan Berobat Gratis di Lokasi TMMD Lubuk Lagan, Warga Beri Apresiasi

Program ini mengusung konsep pembinaan menyeluruh. Sebuah upaya memperkuat dimensi spiritual sebagai fondasi dalam menghadapi tekanan hidup dan ketidakpastian masa depan. Pendekatan ini menekankan bahwa selain ikhtiar lahiriah, manusia juga perlu memperkuat hubungan batiniah agar lebih tangguh secara mental dan emosional.

Pelaksanaan Retret Merah Putih sendiri dilakukan secara profesional oleh Ust Saeed Kamyabi bersama timnya, dengan metode yang adaptif terhadap karakter generasi muda menggabungkan refleksi diri, pembinaan nilai, serta motivasi kehidupan.

Secara implementasi, program ini telah berjalan di berbagai kalangan, mulai dari Aparatur Sipil Negara (ASN) hingga pelajar tingkat SLTA. Ke depan, kegiatan ini direncanakan akan diperluas secara bertahap ke lingkungan kampus, organisasi kepemudaan, pelaku UMKM, hingga para pencari kerja.

Hal ini menunjukkan bahwa pembinaan tidak hanya menyasar individu yang sudah berada dalam sistem, tetapi juga mereka yang sedang berada dalam fase pencarian arah hidup dan karier.

BACA JUGA:Percantik Wajah Ibu Kota, Gemerlap Lampion Sambut Gelaran MTQ di Kabupaten Seluma

BACA JUGA:Jadwal Penyaluran Bantuan Atensi Bengkulu Selatan Mei 2026: 138 Warga Masuk Daftar Penerima

Melalui Retret Merah Putih dan Mitigasi  Langit, peserta diajak untuk tidak hanya mengejar kesuksesan material, tetapi juga memahami pentingnya keseimbangan antara karier, nilai hidup, dan ketenangan batin. Ini menjadi relevan, mengingat tantangan terbesar Gen Z saat ini bukan hanya mendapatkan pekerjaan, tetapi juga bertahan dan menemukan makna di dalamnya.

Pada akhirnya, ketika realita tidak sesuai dengan ekspektasi, solusi yang dibutuhkan tidak hanya bersifat eksternal, tetapi juga internal. Di sinilah pentingnya pendekatan retret sebagai bekal bagi generasi muda untuk menghadapi masa depan dengan lebih kuat, sadar, dan bermakna. @sangsaka.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: