Kondisi Memprihatinkan, Dinas Perikanan Bengkulu Selatan Ajukan Proposal Bantuan Nelayan ke Pusat
Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Bengkulu Selatan, Nengsi Affriani--(Sumber Foto: Ary/BETV)
BENGKULU, BETVNEWS – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bengkulu Selatan melalui Dinas Perikanan mulai memberikan perhatian serius terhadap kondisi nelayan di wilayah Bunga Mas yang dinilai masih memprihatinkan.
Bagaimana tidak, sejumlah nelayan di sana dilaporkan masih nekat menggunakan sepotong kayu sebagai alat bantu utama untuk melaut mencari ikan.
Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Bengkulu Selatan, Nengsi Affriani, mengatakan bahwa jumlah nelayan tradisional di wilayah tersebut saat ini tercatat sekitar 40 orang. Meski fasilitas melautnya terbatas, seluruh nelayan tersebut dipastikan sudah terdaftar dalam program BPJS Ketenagakerjaan.
“Untuk nelayan di Bunga Mas ini jumlahnya kurang lebih 40 orang dan semuanya sudah terdaftar BPJS Ketenagakerjaan,” ujar Nengsi, Senin, 1 Juni 2026.
Nengsi menjelaskan, pihaknya kini tengah sibuk menyiapkan proposal bantuan yang akan diajukan langsung ke Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia (KKP RI). Bantuan yang diusulkan tersebut meliputi alat tangkap modern, perahu, hingga mesin motor tempel untuk menunjang aktivitas melaut.
BACA JUGA:Dilirik Pasar Internasional, Komoditas Niur Bengkulu Selatan Didorong untuk Ekspor
BACA JUGA:BKD Seluma Verifikasi Ketat Berkas Administrasi, 30 Desa Antre Pencairan DD
Menurut Nengsi, para nelayan di Bunga Mas bakal menjadi prioritas utama dalam pengajuan bantuan pusat ini karena kondisi sarana melaut mereka yang dinilai paling minim dan berisiko tinggi.
“Kami akan ajukan proposal kepada kementerian khusus alat tangkap, perahu, maupun motor tempel. Terutama nelayan Bunga Mas akan kami prioritaskan ke depannya,” jelasnya.
Pemerintah daerah sangat berharap, pada tahun depan para nelayan yang sekarang masih bertaruh nyawa menggunakan potongan kayu sederhana sudah bisa berganti menggunakan fasilitas yang jauh lebih layak, modern, dan aman.
“Kami berharap nelayan yang menggunakan sepotong kayu sebagai alat mereka ke laut itu di tahun 2026 nanti bisa kita ganti dengan sarana yang lebih baik,” tambah Nengsi.
Saat ini, Dinas Perikanan Bengkulu Selatan masih mematangkan penyusunan dokumen proposal sebelum dikirimkan ke kementerian. Pemerintah daerah berharap usulan ini bisa segera direspons cepat dan disetujui oleh KKP RI agar bantuan dapat langsung direalisasikan di lapangan.
BACA JUGA:Posko SPMB Dikbud Bengkulu Diserbu Wali Murid, Masalah KK Luar Daerah dan Kurasi Prestasi Mencuat
BACA JUGA:Terima LHP dari BPK, Pemkab Bengkulu Utara Sukses Pertahankan Predikat Opini WTP
Jika program bantuan ini berjalan lancar, selain bisa menjamin keselamatan para nelayan saat menerjang ombak, hal ini juga diharapkan mampu mendongkrak hasil tangkapan ikan sekaligus meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat pesisir di Kabupaten Bengkulu Selatan.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: