Realisasi Program MBG di Bengkulu Capai Rp247,36 Miliar, Sasar 348.071 Penerima Manfaat
Realisasi Program MBG di Bengkulu Capai Rp247,36 Miliar, Sasar 348.071 Penerima Manfaat--(Sumber Foto: Putri/BETV)
BENGKULU, BETVNEWS - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Provinsi BENGKULU terus menunjukkan perkembangan dalam penyaluran anggaran dan jumlah penerima manfaat. Hingga Juni 2026, realisasi program tersebut tercatat telah mencapai Rp247,36 miliar.
Berdasarkan data dari Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Provinsi Bengkulu, dana yang telah tersalurkan tersebut digunakan untuk mendukung pelaksanaan program MBG yang menyasar berbagai kelompok penerima manfaat di daerah.
Kepala Kanwil DJPb Provinsi Bengkulu, M. Irfan Surya Wardana mengatakan hingga saat ini program MBG telah menjangkau sebanyak 348.071 penerima manfaat di Provinsi Bengkulu.
"Program MBG telah menjangkau sebanyak 348.071 penerima manfaat yang meliputi peserta didik mulai dari taman kanak-kanak, sekolah dasar, sekolah menengah pertama, sekolah menengah atas, pondok pesantren serta kelompok B3 yaitu ibu menyusui, ibu hamil dan balita," ujar M. Irfan Selasa (24/6).
BACA JUGA:Penanganan Abrasi di Desa Maras Terus Berlanjut, Pemerintah Lakukan Normalisasi Sungai
BACA JUGA:Pemkab Salurkan Bantuan Atensi untuk 136 Warga Kurang Mampu di Bengkulu Selatan
Selain memberikan manfaat kepada masyarakat, program tersebut juga memberikan dampak terhadap aktivitas ekonomi daerah. Sejauh ini pelaksanaan MBG telah melibatkan berbagai pelaku usaha lokal sebagai bagian dari rantai distribusi dan penyedia kebutuhan program.
Tercatat sebanyak 804 supplier telah terlibat dalam pelaksanaan program dengan dukungan 139 dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi atau SPPG yang tersebar di seluruh Provinsi Bengkulu.
Meski demikian, jumlah penerima manfaat program MBG di Bengkulu hingga saat ini masih belum mencapai target yang telah ditetapkan pemerintah pusat. Dari target sebanyak 583 ribu penerima manfaat, realisasi saat ini masih berada di bawah angka yang ditentukan.
"Jumlah penerima manfaat saat ini masih belum memenuhi target yang ditetapkan pemerintah pusat. Karena itu diperlukan sinergi dan kolaborasi dari pemerintah daerah dan stakeholder terkait agar target tersebut dapat segera tercapai," katanya.
Pemerintah daerah bersama berbagai pihak terkait diharapkan dapat meningkatkan koordinasi dalam memperluas jangkauan program sehingga semakin banyak masyarakat yang dapat merasakan manfaat dari program MBG.
BACA JUGA:Tingkatkan Penyerapan Hasil Panen Sawit, Pemkab Upayakan Peluang Tambahan PKS Baru
BACA JUGA:Belanja Pegawai Tembus Rp422 Miliar, Bupati Rifai Tegaskan Tidak Ada Perekrutan Tenaga Non-ASN Baru
Sementara itu, terdapat perbedaan kebijakan pada pelaksanaan program MBG selama masa libur sekolah tahun ini.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: