Mengenal Hilal, Penentu Awal Puasa Ramadhan yang Diamati Sore Ini

Rabu 22-03-2023,14:58 WIB
Reporter : Tria
Editor : Wizon Paidi

BACA JUGA:Baca Novel Bisa Dapat Saldo DANA Gratis hingga Rp100 Ribu, Begini Caranya

Namun masih terdapat persoalan dan perdebatan tentang metode penentuan hilal.

Hal tersebut yang seringkali membuat awal puasa dan lebaran berbeda-beda setiap daerah atau setiap organisasi masyarakat.

BACA JUGA:Pelaku Jambret Tas Ditangkap Polisi

Saat ini, kondisi adanya dikotomi antara Rukyat dan Hisab yang sebenarnya memiliki kedudukannya setara dalam ilmu astronomi.

Sementara itu, menurut Peneliti Astronomi Senior Planetarium, awal bulan baru atau new moon pada kalender hijriah didasarkan oleh proses konjungsi atau  ijtimak.

Adapaun ijtimak merupakan sebagai suatu momen pertemuan posisi Bulan dan Matahari dalam satu garis edar.

BACA JUGA:Kontribusi Desa Sejahtera Astra, Tingkatkan Ekonomi dan Serap Tenaga Kerja Baru

Bulan baru atau biasa dikenal sebagai Anak Bulan ini, merupakan berupa bulan sabit yang cukup tipis.

Hal itu membuat Anak Bulan baru bisa diamati ketika berusia 8 jam 22 menit 3 detik.

Hilal ditentukan sebagai bulan baru kalender hijriah berdasarkan tinggi hilal yang terlihat.

BACA JUGA:Ramadhan 2023 Bakal Diwarnai Gerhana Matahari, Cek Jadwalnya untuk Wilayah Bengkulu!

Mengutip dari situs resmi Badan Meteorologi, Kliamtologi, dan Geofisika (BMKG), tinggi hilal merupakan besar sudut yang ditentukan dari posisi proyeksi Bulan di Horizon atau cakrawala, terlihat sampai ke posisi pusat piringan Bulan.

BACA JUGA:Harga Tiket Kapal Merak-Bakauheni untuk Mobil Pribadi 2023

Tinggi hilal dikatakan positif jika Hilal berada di atas horizon ketika Matahari terbenam. 

Sementara tinggi hilal dinyatakan negatif jika psosisi hilal ada di bawah horizon ketika Matahari terbenam.

Kategori :