Meskipun blueberry memiliki indeks glikemik rendah, konsumsi berlebihan masih dapat mempengaruhi kadar gula darah, terutama bagi penderita diabetes yang harus memperhatikan asupan karbohidrat dan gula.
Mengonsumsi blueberry dalam jumlah moderat adalah pilihan yang aman.
BACA JUGA:Pemkab Seluma Ajukan Hibah Mobil Damkar ke Pemprov DKI Jakarta, Baru Punya 4 Unit untuk 14 Kecamatan
BACA JUGA:Seluma Kirim 20 Pelajar ke O2SN Tingkat Provinsi Bengkulu
5. Interaksi dengan Obat-obatan
Blueberry kaya akan senyawa antioksidan yang baik untuk tubuh, tetapi pada beberapa kasus, mereka bisa berinteraksi dengan obat-obatan tertentu, khususnya yang bekerja pada hati.
Jika Anda mengonsumsi obat-obatan khusus, terutama yang diresepkan, sebaiknya konsultasikan dengan dokter sebelum menambahkan banyak blueberry ke dalam diet.
BACA JUGA:Tersimpan Banyak Kandungan Nutrisi Dalam Buah Naga, Yuk Cek Fakta Unik Lainnya Disini!
BACA JUGA:Cair di Sini! Aplikasi Penghasil Uang Gratis Ini Menarik, Bisa Klaim Saldo DANA hingga Rp200 Ribu
Secara umum, blueberry aman dikonsumsi dalam jumlah wajar dan merupakan tambahan yang sehat untuk pola makan.
Namun, jika Anda memiliki kondisi kesehatan tertentu atau menggunakan obat-obatan, selalu baik untuk berhati-hati dan berbicara dengan profesional medis sebelum membuat perubahan signifikan pada pola makan.
BACA JUGA:Klaim di Sini, Pakai Aplikasi Online Bisa Hasilkan Saldo DANA Gratis, Coba Mainkan Game Seru Ini
6. Meninggalkan Noda Pada Gigi
Munculnya noda pada gigi biasanya disebabkan oleh minuman yang mengandung kafein, tapi masih banyak yang belum tai jika buah blueberry mampu meninbulkan efek yang sama.
Tak peduli blueberry yang dikonsumsi segar, beku, dijus, atau diawetkan sebagai selai maupun jeli, warna biru tua pada buah tersebut bisa mengubah warna enamel gigi atau tambalan putih.