Ia melanjutkan, setelah proses pengeringan selesai, spesimen dipindahkan untuk disimpan dalam koleksi museum.
“Setelah dia kering sempurna baru kita pindahkan. Tidak ada pakai bahan-bahan kimia, cukup menghilangkan kadar air yang ada di tubuh serangga itu,” ujar Prof. Agustin.
Prof. Agustin juga menyampaikan harapannya agar pemerintah daerah dapat mendukung pendirian museum serangga di luar lingkungan kampus.
“Kita memang berharap dari pemerintah sebenarnya walikota dan gubernur bisa juga menghadirkan museum. Saya beberapa kali mengajukan ide ada museum serangga di provinsi Bengkulu atau di kota Bengkulu cukup menarik. Tempatnya mungkin di taman remaja itu saya liat cukup bagus,” katanya.
BACA JUGA:BPK Perwakilan Bengkulu Kunjungi RBMG, Pekuat Sinergi dan Dukung Pengawasan Keuangan Daerah
BACA JUGA:Pemprov Bengkulu Bagikan 1.000 Paket Beras dan Nasi Bungkus ke Pelajar Usai Salat Jumat di MRBI
Ke depan, museum berencana menambah jumlah koleksi dan memperluas fungsi edukatifnya bagi masyarakat.
Ia menutup dengan harapan agar museum ini dapat berperan lebih luas dalam dunia pendidikan.
“Dan nanti kita berharap kemudian kalau sudah cukup banyak kita bisa hibahkan ke sekolah-sekolah yang membutuhkan. Tentu untuk jenis serangga-serangga yang tidak dilindungi atau yang dilindungi kita budidayakan,” tutup Prof. Agustin.