Bank Indonesia

Banjir Rendam 8 Kecamatan di Kota Bengkulu, Tercatat 11.601 Warga Terdampak

Banjir Rendam 8 Kecamatan di Kota Bengkulu, Tercatat 11.601 Warga Terdampak

Banjir Rendam 8 Kecamatan di Kota Bengkulu, Tercatat 11.601 Warga Terdampak--(Sumber Foto: Imron/BETV)

BENGKULU, BETVNEWS – Gelombang banjir yang dipicu hujan ekstrem sejak awal April 2026 menyisakan tantangan besar bagi Pemerintah Kota (Pemkot) Bengkulu. Berdasarkan data terbaru, sebanyak 11.601 warga yang tersebar di delapan kecamatan kini tengah berjuang memulihkan kondisi ekonomi dan tempat tinggal mereka setelah permukiman serta fasilitas publik terendam luapan air.

Kepala Pelaksana BPBD Kota Bengkulu, I Made Wardana, mengonfirmasi bahwa meski dampak material cukup luas, hingga kini tidak ditemukan laporan korban jiwa dalam bencana tersebut. Saat ini, tim reaksi cepat difokuskan pada pembersihan sisa lumpur dan inventarisasi kerusakan struktural.

"Kami masuk ke fase pemulihan. Fokus utama adalah melakukan verifikasi kerusakan di lapangan untuk 2.881 kepala keluarga. Selain hunian, satu gedung sekolah dan satu rumah ibadah dilaporkan mengalami kerusakan yang memerlukan perhatian serius," ujar I Made Wardana, Minggu (12/4).

BACA JUGA:Turun Tangan, BAP DPD RI Soroti Pemakaian 64 Hektare Lahan Eks Lapter oleh Pemkab Bengkulu Selatan

BACA JUGA:Golkar Bengkulu Matangkan Formasi Baru, Siap Panaskan Mesin Politik Menuju 2029

Sebaran titik terdampak mencakup wilayah-wilayah krusial mulai dari Kecamatan Sungai Serut yang merupakan langganan banjir, hingga kawasan urban di Ratu Samban dan Ratu Agung. Pemkot Bengkulu kini menjadikan hasil pendataan ini sebagai dokumen basis untuk pencairan bantuan darurat serta rehabilitasi fasilitas publik.

Distribusi logistik dasar telah menyasar ke kantong-kantong pengungsian dan wilayah terisolasi. Sementara itu, pasukan oranye dan tim gabungan terus menyisir drainase di kelurahan terdampak seperti Rawa Makmur dan Sukamerindu untuk mengantisipasi adanya sumbatan sampah yang dapat memicu banjir susulan.

"Data ini bukan sekadar angka, tapi dasar instruksi Wali Kota untuk langkah mitigasi jangka panjang. Kami tidak ingin hanya berhenti pada bantuan mi instan; pembenahan infrastruktur penahan air akan menjadi kajian prioritas setelah ini," tambah Made.

BPBD bersama BMKG tetap memberlakukan status siaga bagi masyarakat yang bermukim di bantaran sungai dan wilayah rendah. Warga diminta tidak lengah terhadap anomali cuaca yang masih berpotensi terjadi hingga pertengahan bulan.

BACA JUGA:Perang Lawan Narkoba, Satresnarkoba Polres Bengkulu Selatan Ringkus Pengedar Bersama 44 Paket Sabu

BACA JUGA:Klaim Tak Bersalah Bos PT RSM Terbantah, Fakta Sidang Ungkap Izin Tanggung Jawab Perusahaan

Dengan koordinasi lintas sektoral yang diperketat, Pemkot menargetkan normalisasi kehidupan sosial di delapan kecamatan terdampak dapat tuntas dalam pekan ini, sembari merumuskan strategi penataan ruang yang lebih tangguh terhadap bencana hidrometeorologi.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait