Kepahiang Waspada! Penyakit Menular Seksual Capai 1.000 Kasus, Remaja Ikut Terpapar
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kepahiang, Tajri Fauzan--(Sumber Foto: Hendri/BETV)
KEPAHIANG, BETVNEWS – Selain ancaman HIV/AIDS, Kabupaten KEPAHIANG kini menghadapi lonjakan kasus Penyakit Menular Seksual (PMS) lainnya, yakni gonore dan sifilis. Sepanjang tahun 2026, jumlah penderita diperkirakan telah menembus angka 800 hingga 1.000 kasus, sebuah fenomena yang menjadi alarm keras bagi kesehatan masyarakat di daerah ini.
Meskipun angkanya tergolong tinggi, kasus gonore dan sifilis ini tidak tercatat secara detail dalam sistem pendataan resmi pemerintah layaknya HIV/AIDS.
Hal ini disebabkan oleh pola perilaku penderita yang lebih memilih menjaga privasi dengan berobat ke klinik swasta atau mandiri.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kepahiang, Tajri Fauzan, mengungkapkan bahwa banyaknya pasien yang tidak melapor ke fasilitas kesehatan pemerintah membuat jumlah riil di lapangan sulit terpantau secara akurat.
BACA JUGA:Sidak Pasar Kalangan, BPOM dan Polres Kepahiang Temukan Obat Kuat Ilegal Bebas Beredar
BACA JUGA:BREAKING NEWS: Operasi Pasar di Kepahiang, BPOM Rejang Lebong Sita Ratusan Obat Ilegal
“Jumlah kasus gonore dan sifilis ini tidak didata seperti HIV/AIDS, karena kebanyakan pasien memilih berobat di klinik swasta,” ungkap Tajri Fauzan, Senin 27 April 2026.
Meningkatnya kasus ini diduga berkaitan dengan perubahan perilaku sosial selama musim panen kopi. Melimpahnya pendapatan masyarakat di periode ini disinyalir memicu perilaku "jajan sembarangan" atau seks tidak aman yang berujung pada penularan penyakit.
Kondisi yang paling memprihatinkan adalah sebaran penyakit ini yang telah merambah ke usia produktif bahkan pelajar sekolah menengah. Kurangnya edukasi mengenai kesehatan reproduksi menjadi faktor utama.
“Bahkan ada anak SMP yang sudah terkena,” tambah Tajri.
Rendahnya pelaporan kasus juga dipicu oleh kuatnya stigma negatif di tengah masyarakat. Banyak pasien memilih jalur pengobatan tertutup untuk menghindari sanksi sosial, padahal tindakan ini menghambat langkah pencegahan masif dari pemerintah daerah.
BACA JUGA:Gunakan Personel Berpakaian Preman, Polresta Bengkulu Amankan Puluhan Motor Berknalpot Brong
BACA JUGA:Tindak Tegas Pelanggaran Moral, Pemkab Seluma Resmi Pecat Dua PPPK dan Copot Jabatan Oknum PNS
Dinas Kesehatan Kepahiang menilai perlu adanya sinergi antara fasilitas kesehatan pemerintah dan swasta untuk mengintegrasikan data. Selain itu, sosialisasi kesehatan reproduksi di tingkat sekolah harus segera diperkuat demi menekan penyebaran di kalangan generasi muda.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

