Walaupun beta-karoten tidak seberbahaya vitamin A langsung, namum konsumsinya tetap perlu diatur agar tidak berlebihan.
3. Memicu gangguan pencernaan
Labu kuning memiliki kandungan serat yang tinggi yang bermanfaat bagi kesehatan pencernaan jika dikonsumsi dalam jumlah wajar.
Namun, konsumsi serat yang berlebihan dari labu kuning bisa menyebabkan gangguan pencernaan seperti diare, kembung, dan juga perut kembung.
Untuk menghindari efek ini, maka sebaiknya kombinasikan labu kuning dengan sumber serat lainnya dan perhatikan porsinya agar kamu mengonsumsinya dalam jumlah wajar.
BACA JUGA:Bolehkah Ibu Hamil Mengonsumsi Daun Bawang? Adakah Manfaatnya untuk Kesehatan? Cek Disini!
BACA JUGA:Ada Banyak Tips yang Bisa Dilakukan untuk Meredakan Asam Lambung, Yuk Terapkan 5 Cara Efektif Ini
4. Berisiko menyebabkan ketidakseimbangan cairan tubuh
Konsumsi labu kuning berlebihan beresiko menyebabkan ketidakseimbangan cairan fi dalam tubuh.
Hal ini lantaran labu kuning memiliki efek diuretik alami dimana hal ini berarti labu kuning dapat meningkatkan produksi urine dalam tubuh.
Oleh sebab itu, jika labu kuning dikonsumsi secara berlebihan, maka hal ini bisa memicu ketidakseimbangan cairan tubuh dan menyebabkan dehidrasi.
Karena itu, bagi kamu yang memiliki kondisi kesehatan tertentu atau sedang mengonsumsi obat diuretik, sebaiknya berhati-hati dan mengatur konsumsi labu kuning agar tidak berlebihan.
BACA JUGA:Diduga Miliki Barang Haram Jenis Narkotika, Warga Kepahiang Diamankan Polisi
BACA JUGA:Apa Itu Minyak Kacang Pinus? Adakah Manfaatnya Bagi Kecantikan Kulit? Cek Faktanya Disini!