Bank Indonesia

Sasar 200 Rumah Tidak Layak Huni, Program Bedah Rumah BSPS di Seluma Segera Bergulir

Sasar 200 Rumah Tidak Layak Huni, Program Bedah Rumah BSPS di Seluma Segera Bergulir

Kepala Dinas Perkimhub Seluma, Erlan Suadi--(Sumber Foto: Jul/BETV)

SELUMA, BETVNEWS – Setelah perjuangan usulan pada tahun sebelumnya membuahkan hasil, Kabupaten SELUMA kini bersiap mengeksekusi program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS). Proyek rehabilitasi hunian ini akan menyasar ratusan keluarga yang tersebar di delapan desa dan lima kecamatan di wilayah tersebut.

Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Perhubungan (Perkimhub) Seluma saat ini tengah mematangkan persiapan teknis, termasuk memperkuat kesiapan Tenaga Fasilitator Lapangan (TFL) yang akan menjadi ujung tombak pendampingan di desa.

Kepala Dinas Perkimhub Seluma, Erlan Suadi, menyatakan bahwa pelatihan bagi para fasilitator sangat krusial sebelum mereka diterjunkan untuk mengawal masyarakat.

"Fokus kami sekarang adalah pembekalan TFL. Mereka bertugas memberikan edukasi serta mendampingi warga dalam merumuskan Rencana Anggaran Biaya (RAB) agar pembangunan tepat sasaran dan berkualitas," jelas Erlan, Senin (20/4).

BACA JUGA:Harga BBM Nonsubsidi di SPBU Ibul Melambung, Varian Dex Tembus Rp24 Ribu Per Liter

BACA JUGA:Aset Pemkab Seluma Terbengkalai, Masa Depan Taman Kuliner Tais di Ujung Tanduk

Program yang mengedepankan prinsip gotong royong ini mengalokasikan dana stimulan sebesar Rp20 juta per unit rumah. Anggaran tersebut dibagi menjadi dua peruntukan utama yakni Rp17,5 juta untuk belanja material bangunan berkualitas dan Rp2,5 juta sebagai kompensasi upah bagi tenaga tukang.

Erlan menegaskan bahwa sistem pembayaran dilakukan secara non-tunai demi menjamin akuntabilitas.

"Dana untuk bahan bangunan tidak diberikan tunai kepada warga, melainkan langsung dikirim ke rekening toko material rekanan yang telah diverifikasi oleh tim PKP Provinsi Bengkulu," imbuhnya.

Meski kuota tahap awal ini hanya mencakup 200 unit, tantangan hunian layak di Seluma sebenarnya masih cukup besar. Mengacu pada data Sistem Informasi Bantuan Perumahan (Simbaru), tercatat ada 2.865 rumah tidak layak huni di 14 kecamatan yang masuk kategori mendesak untuk dibantu.

BACA JUGA:Wabup Seluma Pimpin Forum UHC, Targetkan 100 Persen Warga Tercover BPJS Kesehatan

BACA JUGA:Disdikbud Bengkulu Selatan Perketat Absensi Digital, Guru Bolos Terancam Sanksi Tegas

Pemkab Seluma berharap alokasi ini hanyalah permulaan.

"Kami bersyukur atas 200 unit pertama ini. Harapan kami, pada tahap-tahap selanjutnya pemerintah pusat kembali menambah kuota untuk Seluma mengingat daftar tunggu kita masih cukup panjang," pungkas Erlan.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait