ASA Group Siap Bangun Pelabuhan Baru di Bengkulu, Investasi Capai Rp 3 Triliun
ASA Group Siap Bangun Pelabuhan Baru di Bengkulu, Investasi Capai Rp 3 Triliun--(Sumber Foto: Ilham/BETV)
BENGKULU, BETVNEWS - Bengkulu segera memiliki pelabuhan baru berstandar internasional yang diinisiasi oleh ASA Group dengan nilai investasi lebih dari USD 183 juta atau setara kurang lebih Rp 3 triliun.
Proyek ini murni investasi swasta tanpa menggunakan dana APBD, dan diproyeksikan rampung dalam kurun waktu 2–3 tahun ke depan.
Komisaris Utama ASA Group, Nuragiyanti Dewi Permatasari Putri, menegaskan bahwa pembangunan pelabuhan ini menjadi solusi permanen atas permasalahan pendangkalan alur laut di Pelabuhan Bengkulu saat ini, yang kerap menghambat kapal besar untuk bersandar.
“Kami ingin menghadirkan pelabuhan baru berstandar internasional agar Bengkulu bisa bersaing di jalur perdagangan global. Pendekatan kami menggandeng konsultan dan ahli internasional, sehingga desainnya modern, ramah lingkungan, dan berorientasi pada kebutuhan jangka panjang,” kata Agi anak sulung mantan Gubernur Bengkulu Agusrin Najamudin.
BACA JUGA:Rohidin Mersyah Divonis 10 Tahun Penjara, Sebut Kebenaran Akan Menemukan Jalannya
BACA JUGA:Kasus Dugaan Jual Beli Jabatan di Seluma Ditangani Polda Bengkulu
Pelabuhan baru ini tidak hanya ditujukan untuk kepentingan ekspor batu bara, tetapi juga berbagai komoditas unggulan Bengkulu seperti CPO, karet, kopi, dan hasil bumi lainnya.
Dengan hadirnya pelabuhan ini, Bengkulu berpotensi menjadi pusat ekspor baru yang mampu menarik investasi lanjutan di sektor industri hilir.
“Kami ingin proyek ini memberi manfaat langsung bagi masyarakat Bengkulu. Selama konstruksi diperkirakan menyerap 2.000–3.000 tenaga kerja, ditambah ribuan tenaga kerja tidak langsung di sektor transportasi, logistik, hingga UMKM. Setelah beroperasi, lapangan kerja baru di bidang bongkar muat, pergudangan, dan pelayanan kapal akan semakin terbuka,” jelasnya.
Dewi juga menegaskan bahwa sejak awal ASA Group mengajukan rencana ini kepada Pemerintah Provinsi Bengkulu dengan pendekatan transparan.
BACA JUGA:Komisi X DPR RI Bersama BRIN Dorong Dosen Bengkulu Tembus Jurnal Internasional
BACA JUGA:Rekrut Outsourcing dengan Gaji Rp2,6 Juta, Pemkab Seluma Tuai Protes dari Honorer Lama
“Kami memang tidak ingin menggunakan dana APBD karena nilainya sangat besar. Karena itu, kami datangkan investor luar negeri maupun dalam negeri. Alhamdulillah, pemerintah provinsi menyambut baik langkah ini. Saya yakin dengan dukungan semua pihak, dalam 2–3 tahun pelabuhan baru Bengkulu sudah terealisasi,” ungkap Dewi.
Sementara itu, Gubernur Bengkulu Helmi Hasan turut memberikan dukungan penuh atas inisiatif ASA Group ini, mengingat proyek tersebut murni swasta dan tidak membebani APBD.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:


