Bank Indonesia

Kendala Alsintan di Bengkulu Selatan, Realisasi Tanam Padi Baru Capai 29 Hektar

Kendala Alsintan di Bengkulu Selatan, Realisasi Tanam Padi Baru Capai 29 Hektar

Kendala Alsintan di Bengkulu Selatan, Realisasi Tanam Padi Baru Capai 29 Hektar--(Sumber Foto: Ary/BETV)

BENGKULU SELATAN, BETVNEWS – Upaya mempercepat swasembada pangan di Kabupaten BENGKULU SELATAN kini tengah berada di persimpangan jalan. Meski program tanam padi serentak terus digenjot, minimnya sokongan Alat dan Mesin Pertanian (Alsintan) menjadi tembok besar yang menghambat produktivitas petani di Bumi Sekundang Setungguan.

Dari target nasional seluas 50 hektare, Bengkulu Selatan baru mampu merealisasikan penanaman di lahan seluas 29 hektare yang terkonsentrasi di kawasan Ketaping. Realisasi yang belum menyentuh angka 60 persen ini ditengarai akibat sarana pendukung yang masih jauh dari kata memadai.

Kepala Dinas Pertanian Bengkulu Selatan, Binagransyah, mengakui bahwa ketiadaan Alsintan menjadi batu sandungan utama bagi para petani di lapangan.

“Alsintan ini memang belum kami terima, khususnya untuk brigade pangan pada kegiatan oplah,” tegas Binagransyah.

BACA JUGA:Idul Adha 1447 H: Masjid Al-Jan ah Bengkulu Buka Pendaftaran dan Layanan Jemput Hewan Kurban

BACA JUGA:Ketika Realita Tak Sesuai Ekspektasi: Program Retret Merah Putih dan Mitigasi Langit Membentuk Gen Z

Persoalan kian pelik lantaran dukungan lanjutan untuk program Optimalisasi Lahan (Oplah) yang tuntas pada 2025 lalu justru jalan di tempat. Banyak usulan teknis yang diajukan daerah hingga kini belum mendapatkan lampu hijau dari pemerintah pusat.

“Ada sejumlah usulan yang belum diakomodir, salah satunya terkait kegiatan pangan oplah. Padahal kegiatan tersebut sudah selesai dan terealisasi,” keluhnya.

Kondisi ini menciptakan ironi di satu sisi petani diminta meningkatkan hasil panen demi ketahanan pangan nasional, namun di sisi lain mereka masih harus berjibaku dengan metode konvensional akibat belum turunnya bantuan peralatan modern.

Binagransyah menekankan, keberhasilan program ini sangat bergantung pada kecepatan respons pemerintah pusat dalam mendistribusikan bantuan mesin tani. Jika peralatan tersebut segera tiba, ia yakin Bengkulu Selatan bisa melampaui target yang ditetapkan.

“Kalau dukungan alsintan ini bisa segera terealisasi, kami optimistis produksi padi akan meningkat dan petani bisa bekerja lebih maksimal,” pungkasnya.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait